Palang Merah Remaja Al-Ishlah, dan Pupuk Kompos

Jum’at (30/01), Palang Merah Remaja unit MA Al – Ishlah mengadakan pelatihan pembuatan pupuk kompos atau bisa disebut juga dengan komposting di halaman sekolah MA Al – Ishlah. Kegiatan yang bernamakan komposting ala PMR ini bekerja sama dengan Besma bagian UKS yang mengkoordinir jalannya kegiatan ini juga dengan bantuan dari Ustadzah pembina PMR unit MA Al – Ishlah. Dan kegiatan tersebut termasuk program kerja dari bagian UKS, Besma 2015. Peserta dari kegiatan ini pun hanya sebatas anggota dari PMR unit MA Al – Ishlah, karena terbatasnya sarana dan prasarana yang mendukung di dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan atas ide dari bagian UKS, yaitu Galang Tegar Indrawan dan juga Ahmad Fauzan Adhim. Mereka telah lama sekali mengamati perilaku santri Al – Ishlah ketika sehabis makan, yaitu membuang nasi sisa makan ke tempat sampah.

Pupuk

Berangkat dari sanalah mereka menemukan ide untuk membuat komposting sederhana yang berbahan dasar sisa nasi dari santri Al – Ishlah, yang sebelumnya telah ada diskusi panjang mengenai hal tersebut dengan pembina Besma maupun pembina PMR unit MA Al – Ishlah. Sehingga agar tidak terkesan mubadzir membiarkan makanan yang seharusnya masuk ke dalam perut malah masuk ke dalam tong sampah.
Sebenarnya cukup mudah membuat komposting ini, pertama yang harus disediakan adalah bahan dasarnya yaitu sisa nasi, dedaunan, sedikit kompos hewan, wadah berukuran tempat sampah, dan tentunya aktivator bakteri. Langkah selanjutnya adalah campurkan bahan – bahan tersebut menjadi satu di dalam wadah, aduk hingga merata dan jangan lupa untuk memberi aktivator bakteri, karena dengan bahan itulah proses penguraiannya menjadi cukup cepat. Dengan adanya aktivator bakteri membuat perkembangan mikroba pengurai senyawa organik menjadi cukup cepat, sehingga sangat membantu dalam pembuatan kompos berbahan dasar sisa nasi ini. Dan setelah semua telah tercampur, tutup wadah dan tunggu beberapa minggu untuk mendapatkan hasil dari komposting berbahan dasar sisa nasi, yang siap dipakai untuk pupuk tanaman.
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan bisa menghemat pengeluaran dalam hal pembelian pupuk tanaman, dan karena bahan dasar dari kompos ini adalah sisa nasi yang masuk kategori bahan organik yang mudah terurai sehingga membuat pupuk kompos ini tidak merusak unsur – unsur hara yang ada di dalam tanah, yang biasanya diakibatkan oleh penggunaan pupuk berbahan dasar kimia. Juga untuk menghindari perilaku mubadzir terhadap bahan makanan, dalam hal ini adalah nasi.
Kegiatan ini pun sudah mendapatkan legalitas dari pihak sekolah maupun Besma sebagai induk dari bagian UKS, terbukti dengan adanya izin dan juga dukungan moril maupun materiil selama berlangsungnya kegiatan tersebut. Banyak komentar bernada positif yang diterima bahwasanya ini merupakan langkah awal untuk me recycle dan reuse apa yang telah kita hasilkan untuk menjadi sesuatu yang lebih berguna.
“Harapan saya dengan diadakannya kegiatan komposting ini membuat kita lebih peka terhadap alam, dalam artian tidak terlalu tergantung dengan hal – hal yang berbau kimia misalnya pupuk yang beredar di pasaran, dan lain sebagainya. Dan harapan terbesar saya adalah semoga ini merupakan awal dari gerakan mendaur ulang apa yang telah kita hasilkan yang mana semoga kita juga bisa membuat biogas di tahun – tahun yang akan datang”, tutur Naufal Rian Hidayatullah selaku ketua Palang Merah Remaja unit MA Al – Ishlah. (MWSM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *