Semangat Man Jadda Wajada

“Menjadi santri dan sukses, kenapa tidak?” inilah salah satu pertanyaan Akbar Zainudin kepada santri kelas 3 MA Al-Ishlah, Senin (18/1) lalu. Dalam seminar yang “tidak direncanakan”.

Bukan tanpa pasal Akbar Zainudin – yang notabene adalah seorang traveler sekaligus penulis best seller “Man Jadda Wajada” ini berniat hanya travelling untuk mencari wingko, Ia berkisah “Dulu, pada saat saya di Semarang, ada teman yang membawa wingko. Ketika saya mencicipi makanan ini, lantas saya berjanji akan pergi ke daerah asli makanan ini, yakni di Lamongan, hehehe”. Zainudin – sapaan akrabnya – datang ke Al-Ishlah untuk sekedar mampir dan silaturrahim di siang ahri, berinisiatif unntuk mengadakan Seminar Kebut Semalam.

Pria lulusan Gontor yang telah mengarungi 32 Provinsi dan bermaksud mengkhatamkan Indonesia di tahun 2016 ini selalu mengingatkan akan pentingnya rasa syukur. Karena di duna ini tidak ada yang namanya kekurangan. Rasa ini hanya ada ketika esensi rasa syukur hilang dalam jiwa setiap insan, khususnya santri.

Akbar Zainudin juga melaunching salah satu bukunya “Ketika Sukses Berawal Dari Pesantren”;. Buku dengan tebal 72 halaman ini diharapkan mampu mengembalikan semangat santri untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan untuk masa depan kebangkitan Islam.

Zainudin menyetjui bahwa santri lebih mempunyai peluang untuk meraih kesuksesan dunia dengan mempelajari akhirat, dibandingkan selain siswa di luar pesantren.

“Penyampaian seminar yang lugas dan berbobot menjadikan” ujar Walid Ibadil Umam

Pria yang berencana mengarungi Bahtera Asia pada 2017 menjadi pembuka wajah dan pemikiran baru kepada seluruh santri diseluruh Indonesia tentang arti masa depan. Jadi santri sukses, kenapa tidak? (ZR)

One thought on “Semangat Man Jadda Wajada

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *